Urgensi Ilmu Website Administrator November 4, 2024

Urgensi Ilmu

KULTUM 10

URGENSI ILMU

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله و بؤكانه

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

Segala puji kita haturkan kehadirat Alloh subhanahu wata’la, shalawat dan salam ke atas nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan bagi seluruh umatnya yang setia mengikut sunnahnya hingga hari kiamat nanti.

Kaum muslimin rahimakumulloh, pada kesempatan kultum kali ini kami akan menyampaikan tentang urgensi ilmu. Menuntut ilmu hukumnya wajib berdasarkan dalil-dalil berikut :

Firman Alloh Ta’ala :

وَمَا كَانَ المُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَافَةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَا ئِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِي الدِّيْنِ وَ لِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُم يَحْذَروْنَ.

Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin itu pergi semuanya (kemedan perang). Mengapa tidak pergi tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam  pengetahuan mereka tentang dien dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” ( Qs. At-Taubah 122 )

Juga disebutkan dalam hadits :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

dari Anas bin Malik ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dan orang yang meletakkan ilmu bukan pada ahlinya, seperti seorang yang mengalungkan mutiara, intan dan emas ke leher babi.” ( HR. Ibnu Majjah )

Kaum muslimin rahimakumulloh, mengapa menuntut ilmu hukumnya wajib ?, karena ilmu dalam islam ada beberapa fungsi penting, diantaranya :

Pertama : Sebagai wasilah atau perantara untuk mengenal Allah Ta’ala

Allah berfirman  dalam al Quran,

فَا عْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ

“Ketahuilah bahwa tidak ada ilah selain Allah (Q.S. Muhammad : 19)
juga dijelaskan dalam hadits :

عَنْ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ حُمْرَانَ عَنْ عُثْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

dari Khalid dia berkata: telah menceritakan kepada kami al-Walid bin Muslim dari Humran dari Utsman dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa meningggal sedangkan dia mengetahui bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, niscaya dia masuk surga.” ( HR. Muslim )

Kaum muslimin rahimukumulloh, mengenal Alloh adalah syarat masuk surga, sedangkan orang tidak mungkin kenal dengan Alloh kalau ia tidak mau belajar untuk mengenal-Nya.

Kedua : Ilmu akan menunjukkan pemiliknya kepada jalan yang lurus dan menjauhkan pemiliknya dari jurang kebodohan. Sebuah ilmu disebut ilmu yang bermanfaat jika ia dapat menunjukkan pemiliknya kepada jalan yang benar dan tidak menyimpang dari ajaran agama. Rasulullah  saw bersabda:

صحيح البخاري ٦٩: حَدَّثَنَا سَعِيْدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ قَالَ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ خَطِيبًا يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الْأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

Shahih Bukhari 69: Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Ufair Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab dari Yunus dari Ibnu Syihab berkata: Humaid bin Abdurrahman berkata:

Aku mendengar Mu’awiyyah memberi khutbah untuk kami, dia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan dia terhadap agama. Aku hanyalah yang membagi-bagikan sedang Allah yang memberi. Dan senantiasa ummat ini akan tegak diatas perintah Allah, mereka tidak akan celaka karena adanya orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datang keputusan Allah.”

Baik dan buruk, benar dan salah seseorang sangat bergantung dari penguasaan dan pengamalan ilmunya.

Ketiga : Syarat diterimanya amal dan sebagai dasar dari seluruh perkataan dan perbuatan.

Dalam sebuah hadits Nabi saw bersabda:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengamalkan suatu perkara yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak.” ( HR. Muslim )

amal seseorang akan diterima mana kala terpenuhi dua syarat, pertama dilaksanakan dengan ikhlas, dan yang kedua dilaksnakan sesuai dengan syariat yang dibawa oleh nabi, jika keduanya tidak terpenuhi maka amalan tersebut tidak akan diterima oleh Alloh, dan untuk memenuhi itu semua harus tau ilmunya.

Kaum muslimin rahimakumulloh, itulah kultum yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga Alloh senantiasa memudahkan langkah kita dalam rangka mencari ilmu agama, yang kelak akan menjadi bekal berharga bagi kita setelah kita menghadap kepada-Nya. Amin ya Rabbal alamin.

Dari kami apabila banyak salah kata, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, billahittaufik wal hidayah

wassalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh.