KULTUM 15
SIRATAL MUSTAQIM
Assalamu alaikum wa rohmatullahi wabarokatuh
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
Segala puji kita haturkan kehadirat Alloh subhanahu wata’la, shalawat dan salam ke atas nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan bagi seluruh umatnya yang setia mengikut sunnahnya hingga hari kiamat nanti.
Bapak ibu jama’ah rahimakumulloh, perjalanan tarakhir yang menentukan, apakah manusia itu akan masuk surga ataukah ia akan terjun ke neraka adalah jembatan siratal mustaqim.
Pada kultum kali ini kami akan menyampaikan sedikit tentang siratal mustaqim.
Bapak ibu rahimakumulloh, faktanya siratal mustaqim itu ada dua macam, pertama siratal mustaqim di dunia yaitu Al-Islam dan syari’atnya, dan yang kedua yaitu siratal mustaqim di akhirat, yang tidak alain adalah jembatan yang dibentangkan di atas neraka jahanam yang harus dilewati oleh siapa saja yang akan masuk surga. Tentang keberadaan jembatan tersebut banyak sekali disebut dalam hadits, diantaranya :
فَيُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ جَهَنَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يَجُوزُ مِنْ الرُّسُلِ بِأُمَّتِهِ وَلَا يَتَكَلَّمُ يَوْمَئِذٍ أَحَدٌ إِلَّا الرُّسُلُ وَكَلَامُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَفِي جَهَنَّمَ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ هَلْ رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ تَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ فَمِنْهُمْ مَنْ يُوبَقُ بِعَمَلِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُخَرْدَلُ ثُمَّ يَنْجُو
lalu dibentangkanlah Ash Shirath di atas neraka Jahannam. Dan akulah orang yang pertama berhasil melewatinya di antara para Rasul bersama ummatnya. Pada hari itu tidak ada seorangpun yang dapat berbicara kecuali para Rasul, dan ucapan para Rasul adalah: ‘Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.’ Dan di dalam Jahannam ada besi yang ujungnya bengkok seperti duri Sa’dan (tumbuhan yang berduri tajam). Pernahkah kalian melihat duri Sa’dan?” Mereka menjawab: “Ya, pernah.” Beliau melanjutkan: “Sungguh dia seperti duri Sa’dan, hanya saja tidak ada yang mengetahui ukuran besarnya duri tersebut kecuali Allah. Duri tersebut akan menusuk-nusuk manusia berdasarkan amal-amal mereka. Di antara mereka ada yang dikoyak-koyak hingga binasa disebabkan amalnya, ada pula yang dipotong-potong kemudian selamat melewatinya. ( HR. Bukhori )
bapak ibu rahimakumulloh, kebayang kan bagaimana sulitnya melewati jembatan tersebut, selai kecil dan licin, ada juga kail-kail dari bawah yang mencoba mengail siapa saja yang lewat di atasnya, kail ini sangat tajam, jadi jikalau orang yang terkail tersebut tidak jatuh, maka setidaknya tubuhnya akan hancur terkoyak.
Bapak ibu rahimakumulloh, lalu apasajakah yang akan terjadi di atas jembatan tersebut, di dalam kitab mausu’ah fiqh islami disebutkan riwayat dari sebagian ahli ilmu, bahwasanya ia berkata : tidak diizinkan bagi seorangpun untuk selamat melewati shirat kecuali ia akan ditanya di tujuh jembatan, adapun pada jembatan yang pertama : ia akan ditanya tentang iman kepada Alloh, yaitu syahadat bahwasanya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Alloh, yang selamat berarti ia orang yang ikhlas, dan ikhlas itu mencakup perkataan dan perbuatan. Pada jermbatan yang kedua akan ditanyakan tentang sholat, apabila ia melakasanakanya dengan sempurna maka ia akan selamat, kemudian pada jembatan yang ketiga akan ditanyakan tentang puasa bulan ramadhan, apabila ia telah menunaikanya dengan sempurna maka ia dipersilakan lewat, kemudian pafa jembatan yang keempat akan ditanyakan tentang zakat, apabila ia telah menunaikan dengan sempurna maka ia akan dipersilakan lewat, kemuian pada jembatan yang kelima, akan ditanyakan tentang haji dan umrah, apabila keduanya telah ditunaikan dengan sempurna maka ia akan dipersilakan lewat, kemudian pada jembatan yang keenam akan ditanyakan tentang mandi dan wudhu, apabila sudah tertunaikan maka ia dipersilakan untuk lewat, kemudian pada jembatan yang ketujuh yang merupakan perjalanan tersulit bagi manusia yang mana disana akan ditanyakan tentang kedholiman terhadap sesamanya.
Bapak ibu rahimakumulloh, perlu diketahui bahwa yang akan dapat melewati siratal mustaqim hanyalah orang islam yang keislamanya belum batal, adapun orang kafir tidak akan dapat melewati siratal mustaqim, mereka akan langsung dimasukan ke dalam neraka.
Sedangkan orang-orang munafik, mereka akan dihinakan pada hari itu, mereka tidak akan memiliki cahaya sehingga tidak dapat melewati sirat, mereka meminta bantuan kepada orang mukmin, akan tetapi tak satupun yang akan membantu mereka, hal ini sebagaimana firman Alloh Ta’ala :
يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ (13)
. Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.” Dikatakan (kepada mereka), “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.( Qs. Al-Hadid 13 )
Bapak ibu rahimakumulloh, semoga kita semua diberi keselamatan untuk melnyeberangi jembatan siratal mustaqim hingga akhirnya kita semua dapat merasakan nikmatnya surga Alloh subhanahu wa ta’ala. Amin ya Rabbal alamin.
Demikianlah kultum yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat, kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesarnya.
Billahittaufik wal hidayah wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.