KULTUM 13
PERTANYAAN DI YAUMIL HISAB
Assalamu alaikum wa rohmatullahi wabarokatuh
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
Segala puji kita haturkan kehadirat Alloh subhanahu wata’la, shalawat dan salam ke atas nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan bagi seluruh umatnya yang setia mengikut sunnahnya hingga hari kiamat nanti.
Bapak ibu jama’ah rahimakumulloh, pada kesempatan kultum kali ini kita akan membahas tentang apa saja yang akan ditanyakan kepada kita bapa hari kiamat nanti. Dalam sebuah hadits disebutkan :
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ
dari Abu Barzah Al Aslami berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
“Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” ( HR. Tirmidzi )
Bapak ibu rahimakumulloh, berdasarkan hadits tersebut maka dapat difahami bahwa ada tiga perkara yang akan dipertanyakan, pertama tentang umur yang telah Alloh berikan, semenjak mulai usia baligh hingga ia mati, untuk apakah umur tersebut, apakah hanya untuk bersenang-senang semata ataukah dipergunakan dengan baik untuk beribadah kepada Alloh.
Kedua, tentang ilmu yang ia peroleh, apakah ilmunya tersebut ia amalkan untuk beribadah ataukah justru dengan ilmu tersebut ia pergunakan untuk bermaksiat kepada Alloh.
Banyak sekali orang yang diberi ilmu namun ia gunakan untuk hal yang menyimpang, seperti membohongi orang lain, ada juga yang dipergunakan untuk mebuat perkara baru dalam ibadah dan lain sebagainya,
Ketiga, tentang harta yang ia peroleh dan kemana ia belanjakan, dari mana perolehan harta akan dimintai pertanggungjawaban, demikian kemana ia tasarufkan harta tersebut juga akan dimintai pertanggung jawaban, jika ia amanah dalam mencari harta maka itu akan menjadi nialai plus bagi dirinya, namun jika ia dalam mencari harta tidak mempertimbangkan halal dan haram, maka itu akan menjadi adzab bagi dirinya, apalagi kalau harta yang didapat dari yang haram tersebut kemudian dibelanjakan untuk seseuatu yang haram pula, maka dosanya berlipat-lipat.
Bapak ibu rahimakumulloh, untuk itu marilah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi yaumil hisabn tersebut, mari perbanyak amal kebaikan dan kita sedikitkan amal keburukan kita , karena siapa saja yang lama hisabnya maka ia kemungkinan akan terancam dengan siksa, hal ini sebagaimana sabda nabi sholallohu alaihi wasalam :
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حُوسِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُذِّبَ فَقُلْتُ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا } فَقَالَ لَيْسَ ذَاكِ الْحِسَابُ إِنَّمَا ذَاكِ الْعَرْضُ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُذِّبَ
dari Aisyah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa dihisab pada hari kiamat, ia disiksa.” Aku berkata: Bukankah Allah ‘azza wajalla berfirman: “Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah.” (Al Insyiqaaq: 8) beliau menjawab: “Itu bukan hisab, itu hanya pemaparan. Barangsiapa dibantah (saat) penghisaban pada hari kiamat, ia disiksa.” ( HR. Muslim )
bapak ibu rahimakumulloh, rasululloh juga mengingatkan agar kita jangan meremehkan dosa-dosa kecil, karena dosa kecil bisa berubah menjadi besar pertanggungjawabanya, hal ini sebagaimana dalam hadits :
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ : قَالَ رَسُوْ لُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : يَاعَائِشَةُ إِيَّاكَ وَمُحَقَّرَاتِ الأعْمَالِ (وَفِى رِوَايَةِ : الذُنُوْبِ) فَإِنَّ لَهَا مِنَ اللَّهِ طَالِبًا
“Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Wahai Aisyah, hindarilah olehmu amal-amal yang remeh (dan dalam satu lafazh disebutkan dosa-dosa). Karena ada yang akan menuntut dari Allah terhadap amal-amal itu” [HR. Ahmad]
Bapak ibu rahimakumulloh, kiranya itu saja yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat, kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.