Terapi Penyakit Dengki Website Administrator November 4, 2024

Terapi Penyakit Dengki

KULTUM 13

TERRAPI PENYAKIT DENGKI

Asslamu’alaikum wa rahmatullohi wa barokatuh

بسم الله الرحمن الرحيم

نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى عَمِيمِ آلاَئِكَ، وَنَشْكُرُكَ عَلَى جَزِيل نَعْمَائِكَ، وَنُصَلِّي وَنُسَلِّمُ عَلَى خَاتَمِ رُسُلِكَ وَأَنْبِيَائِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي أَتَمَّ اللَّهُ بِهِ النِّعْمَةَ، وَكَشَفَ بِهِ الْغُمَّةَ، وَأَقَامَ بِهِ الْحُجَّةَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ وَسَارَ عَلَى سُنَّتِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam, sholawat dan salam keatas nabi Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarga, sahabat, tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan seluruh umat beliau yang senantiasa menghidupkan sunnah beliau sampai hari kiamat nanti.

Bapak Ibu yang dimuliakan Alloh Ta’ala, salah satu penyakit hati yang penting untuk kita waspadai adalah penyakit dengki, hal ini karena penyakit tersebut sangat berbahaya, berapapun amal kebaikan kita, jika kita memelihara kedengkian dalam hati kita, maka amal-amal ibadah tersebut bisa hangus semua, hal ini sebagaimana sabda nabi sholallohu alaihi wasalam :

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ

“Jauhilah oleh kalian hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar atau rumput.” ( HR. Abu Dawud ).

Dalam kultum kali ini, marilah kita bahas tentang terapi penyakit yang sangat berbahaya tersbut.

Bapak ibu rohimakumulloh, para ulama’ telah memberikan saran dan solusi agar kita dapat terlepas dari penyakit dengki, saran dan solusi tersebut adalah :

  1. Ikhlas

Ikhlas adalah sarana yang paling kuat untuk menkan gejolak kedengkian dalam hati, hal ini sebagaimana sabda nabi sholallohu alaihi wasalam :

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

Sunan Tirmidzi 2582: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Allah memperindah seseorang yang mendengar perkataanku, dia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya, bisa jadi orang yang mengusung fiqih menyampaikan kepada orang yang lebih faqih darinya. Dan tiga perkara yang mana hati seorang muslim tidak akan dengki terhadapnya: mengikhlaskan amalan karena Allah, saling menasehati terhadap para pemimpin kaum muslimin, berpegang teguh terhadap jama’ah mereka, sesungguhnya da’wah meliputi dari belakang mereka.”

Bapak Ibu rahimakumulloh, keikhlasan ibarat air suci yang akan dapat membersihkan hati kita dari noda-noda kedngkian, namun perlu kita iangat bahwa sebenarnya yang paling berat itu bukan berbuat ikhlas, akan tetapi yang terberat adalah mempertahankan keikhlasan.

2. Ridho kepada Alloh

Ibnul Qoyyim berkata, “ ridho akan membukakan pintu keselamatan bagi yang melakukan, karena ridho itu dapat menjadikan jiwa seseorang menjadi bersih dari kecurangan, iri dan dengki, dan seseungguhnya tidak ada orang yang dapat lolos dari siksaan Alloh kecuali mereka yang datang kepada Alloh dengan hati yang bersih. Mustahil hati menjadi bersih kalau disertai dengan kebencian dan tidak ada keridhoan, semakin besar keridhoan seseorang maka semakin bertambah bersihlah hatinya, iri dengki dan curang adalah perbuatan yang selalu mengiringi kemarahan, sementara hati yang bersih dan baik selalu mengiringi keridhoan. Begitu pula dengki, ia adalah buah dari kemarahan, sebagaimana hati yang bersih adalah buah dari sikap ridho”.

3. Membaca Al-Qur’an dan menghayatinya

Al-qur’an adalah petunjuk sekaligus penawar hati bagi orang yang beriman.

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ

“ Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” ( Qs. Fushilat 44 )

4. Mengingat hisab di akhirat

Setiap kali rasa dengki itu muncul menghinggapi hati, maka ingatlah bahwa Alloh akan menghisab seluruh perbuatan kita, dengan begitu kedengkian tersebut tidak boleh dipelihara, dan harus dimusnahkan agar tidak menjadikan kerugian yang besar di dunia dan akhirat.

5. Do’a

Do’a adalah senjata orang mukmin, termasuk senajata untuk memerangi kedengkian dalam hati.

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“ Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” ( Qs. Al-Hasyr 10 )

6. Bersedekah

Bersedekah dapat menbersihkan hati dan mensucikan jiwa.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( Qs. At-Taubah 103 )

Bapak ibu yang dimuliakan Alloh, itulah beberapa amal yang dapat dijadikan sebagai sarana terapi terhadap hati yang mendengki. Semoga Alloh Ta’ala senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk memerangi setan yang selalu berusaha mengendalikan hati kita dengan kejahatan..

Kurang lebihnya kami mohon ma’aaf yang sebesar-besarnya, billahit-taufik wal hidayah

wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokatuh..