Penyakit Dengki Website Administrator November 4, 2024

Penyakit Dengki

KULTUM 12

PENYAKIT DENGKI

Asslamu’alaikum wa rahmatullohi wa barokatuh

بسم الله الرحمن الرحيم

نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى عَمِيمِ آلاَئِكَ، وَنَشْكُرُكَ عَلَى جَزِيل نَعْمَائِكَ، وَنُصَلِّي وَنُسَلِّمُ عَلَى خَاتَمِ رُسُلِكَ وَأَنْبِيَائِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي أَتَمَّ اللَّهُ بِهِ النِّعْمَةَ، وَكَشَفَ بِهِ الْغُمَّةَ، وَأَقَامَ بِهِ الْحُجَّةَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ وَسَارَ عَلَى سُنَّتِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam, sholawat dan salam keatas nabi Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarga, sahabat, tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan seluruh umat beliau yang senantiasa menghidupkan sunnah beliau sampai hari kiamat nanti.

Bapak Ibu yang dimuliakan Alloh, salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya adalah dengki, selain dapat membuat hati kita menjadi tidak sehat, dengki juga akan menghanguskan amal-amal kita, hal ini sebagaimana sabda nabi :

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ

“Jauhilah oleh kalian hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar atau rumput.” ( HR. Abu Dawud ).

Lantas apa itu yang dimaksud dengan dengki atau hasad ?

الحَسَدُ هُوَ تَمَنِيُّ زَوَالِ النِّعْمَةِ عَنِ الْغَيْرِ

Dengki adalah mengharapkan hilangnya nikmat dari seseorang “

Memang ada dua kemungkinan yang akan muncul, jika seorang melihat kenikmatan yang didapat oleh saudaranya.

  1. Membenci kenikmatan yang didapat oleh saudaranya tersebut dan senang jika nikmat itu hilang. Inilah yang disebut dengki.
  2. Tidak benci terhadap kenikamatan yang didapat oleh saudaranya dan berharap ia juga mendapatkan kenikmatan yang sama. Inilah yang disebut ghibthoh, yaitu berharap mendapat nikmat seperti orang lain tanpa disertai dengan rasa iri hati.

Keduanya sama-sama tidak baik dan mesti dikendalikan, terlebih rasa dengki. Ghibtoh juga dapat menyebabkan orang menjadi kurang qona’aah, yaitu menerima dengan lapang dada dan bersyukur atas kenikmatan yang didapat, sedangkan dengki sudah jelas sekali madhorotnya.

Bapak Ibu rahimakumulloh, para ulama’ menyebutkan setidaknya ada 4 pemicu muncul dan suburnya kedengkian dalam hati manusia, 4 pemicu tersebut adalah :

  1. البُغْضُ ( Permusuhan )

Bapak Ibu rahimakumulloh, kebencian dan permusuhan menjadikan seseorang menjadi dendam dan tidak suka orang yang ia benci mendapat kenikmatan, hatinya menjadi sakit jika orang yang dibenci lebih baik keadaanya daripada dirinya.

Rasa benci terhadap sesamanya juga menyebabkan ia tidak bisa berfikir obyektif dan cenderung subyektif, tidak sedikit orang yang langsung mudah menuduh orang lain tanpa bukti hanya karena ada kebencian dalam hatinya. Rasuluuloh bersabda :

إِيَّاكُمْ وَسُوءَ ذَاتِ الْبَيْنِ فَإِنَّهَا الْحَالِقَةُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَمَعْنَى قَوْلِهِ وَسُوءَ ذَاتِ الْبَيْنِ إِنَّمَا يَعْنِي الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ وَقَوْلُهُ الْحَالِقَةُ يَقُولُ إِنَّهَا تَحْلِقُ الدِّينَ

“Jauhilah oleh kalian interaksi social yang buruk, karena bisa menjadi penghancur.” Abu Isa berkata: Hadits ini shahih gharib dari jalur sanad ini, adapun makna sabda beliau: ” Interaksi sosial yang buruk” maksudnya adalah permusuhan dan kebencian, sedangkan yang dimaksud haliqah adalah bahwa interaksi social yang buruk itu dapat memangkas agama seseorang. ( HR. Tirmidzi )

Maka dari itu marilah kita berusaha memadamkan kebencian dalam hati kita terhadap sesama kita.

  • الكِبْرُ ( Kesombongan )

Bapak ibu rahimakumulloh, Rasa sombong dan merasa diri lebih baik, akan menjadikan orang tidak mau diungguli, setiap orang yang mendapat kenikmatan lebih, akan menjadikan hatinya menjadi sakit dan tidak ridho.

Sombong juga menjadikan pemiliknya tidak dapat masuk surga, nabi sholallohu alaihi wasalam bersabda :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan.” ( HR. Muslim )

  • حُبُّ الجَهِّ ( Cinta kekuasaan dan ketenaran )

Cinta ketenaran juga menjadi sebab orang tidak suka kalau ada yang lebih tenar dari dirinya, jika orang lain mendapatkan ketenaran yang lebih maka hatinya menjadi sakit dan dendam, rosululloh memerintahkan supaya sifat seperti itu dijauhi, beliau bersabda :

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

“Dua serigala lapar yang dilepas menyerang sekawanan kambing, pengrusakannya tidak melebihi ambisi seseorang untuk memperoleh harta dan kemuliaan yang merusak agamanya.” ( HR. Tirmidzi )

  • شَرُّ القَلْبِ وَ بُخْلُ النَّفْسِ  ( Keburukan dan kekikiran jiwa )

Keburukan perilaku adalah tidak baik, demikian juga kekikiran terhadap harta benda adalah hal yang tidak baik pula, namun keburukan dan kekikiran jiwa jauh lebih buruk, orang yang hatinya kikir dari rasa maaf terhadap orang lain akan mengakibatkan hatinya selalu diliputi kegalauan jika ada orang lain yang dipandang lebih rendah dari dirinya mendapatkan kenikmatan, ia sakit hati dan dendam serta berharap kenikmatan saudaranya itu hilang, bahkan tidak sedikit yang kemudian berujung pada tindakan penghilangan.

Bapak ibu rahimakumulloh, itulah beberapa sebab yang menjadi pemicu tumbuh dan suburnya kedengkian dalam hati seseorang. Kita hakikatnya adalah hamba yang lemah tanpa pertolongan-Nya, untuk itu marilah kita senantiasa melazimi do’a yang Alloh ajarakan dalam Al-Qur’an :

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan /anganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” ( Qs. Al-Hasyr 10 )

Semoga Alloh menjaga hati kita, dan keluarga kita, juga hati seluruh kaum mukminin dari sifat iri dan dengki, sehingga terbinalah kehidupan yang rukun dan sejahtera. Amin ya Rabbal alamin.

Kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, billahittaufik wal hidayah

wassalamu alaikum wa rahmatullohi wabaraktuh.