MUQADDIMAH
Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam. Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wa salam, para keluarga beliau, para sahabat, tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan umatnya hingga akhir zaman nanti.
Buku kultum ini kami tulis untuk modul dakwah santri PDL ( Praktek Dakwah Lapangan ) santri Ponpes Al-Ittihad Kebarongan Kemranjen Banyumas dan upaya menghidupkan syi’ar dakwah bulan ramadhan di masjid-masjid. Dengan muatan materi yang ringan diharapkan mudah untuk disampaikan dan dipahami oleh jama’ah masjid, terutama sebagai selingan pada pelaksanaan sholat tarawih.
Semoga Alloh Ta’ala meridhai setiap usaha kita, dan mencatatnya sebagai amal sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Amin
Kemranjen 31 Januari 2024
Abdullah Al-Hanif
KULTUM 1
DI SAAT TAUBAT TAK LAGI DITERIMA
Assalamu alaikum wa rohmatullahi wabarokatuh
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
Segala puji kita haturkan kehadirat Alloh subhanahu wata’la, shalawat dan salam ke atas nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan bagi seluruh umatnya yang setia mengikut sunnahnya hingga hari kiamat nanti.
Bapak ibu yang dirahmati Alloh, pada kultum kali ini, perkenankan kami menyampaikan sebuah tema “ di saat taubat tak lagi diterima “.
Bapak, ibu rahimakumulloh, Alloh senantiasa membuka pintu taubat kepada kita, bahkan betapa bahagianya Alloh menerima taubat kita, hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadits nabi sholallohu alaihi wasalam :
لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ أَحَدِكُمْ مِنْ أَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ إِذَا وَجَدَهَا
“Allah Ta’ala sangat gembira menerima taubat salah seorang dari kalian, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang.”( HR. Muslim )
Namun ternyata ada masanya di mana taubat seseorang tidak akan lagi diterima, masa itu adalah :
Pertama : ketika nyawa sudah sampai di tenggorokan
Bapak ibu rahimakumulloh, manakala ajal sudah menjemput nyawa sudah sampai di tenggorokan, maka pada saat itu taubat manusia tidak lagi diterima, hal ini sebagaimana firman Alloh Ta’ala :
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (18)
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. ( Qs. An-nisa 18 )
Dalam ayat tersebut Alloh menjelaskan bahwa taubat tidak akan diterima mana kala ajal telah datang. Juga disebutkan dalam hadits nabi sholallohu alaihi wasalam :
عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan.” ( HR. Tirmidzi )
bapak ibu rahimakumulloh, jadi jelas, bahwa taubat tidak akan diterima manakala nyawa sudah sampai tenggorokan, ajal sudah dekat.
Kedua : manakala sesorang sudah yakin bahwa ia tidak akan selamat
Jika orang dalam kondisi kritis, dan ia yakin bahwa nyawanya tidak akan terselamatkan, maka pada saat itu taubatnya juga tidak akan diterima.
Misalnya, orang yang naik pesawat, kemudian pesawatnya jatuh, ia yakin bahwa kemungkinan selamat adalah kecil, maka pada saat itu ia sadara dan bertobat kepada Alloh, maka taubatnya tidak akan diterima. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Alloh :
{فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ [وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ. فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا] (6) } الْآيَتَيْنِ، [غَافِرٍ:84، 85]
“ Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.” Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. “ ( Qs. Al-Mukmin 84-85 )
Sehingga dalam hal ini, Imam Ibnu Katsir mengatakan :
وَلَا يَتُوبُونَ حَتَّى إِذَا مَرِضَ أَحَدُهُمَا وَظَهَرَتْ عَلَيْهِ عَلَامَاتُ اَلْمَوْتِ وَأَيْقَنَ أَنَّهُ مَيِّتٌ لَا مَحَالَةً قَالَ إِنَّهُ تَائِبٌ
Dan tidak pula mereka dikatakan bertobat hingga telah sakit diantara mereka dan telah nampak tanda-tanda kematian dan ia pun telah yakin sebentar lagi akan mati, maka tidak ada kesempatan baginya untuk bertobat.
Bapak ibu rahimakumulloh, selain dari dua hal tersebut masih ada satu lagi di mana taubat manusia tidak lagi diterima, yaitu ketika matahari sudah terbit dari barat.
Kesimpulanya, marilah kita segera bertaubat sebelum semuanya terlambat dan menjadi penyesalan abadi.
Demikian yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya mohon di maafkan yang sebesar-besarnya.
Billahitaufik wal hidayah wassalamu alaikum wa rohmatullahi wabarokatuh