Ukhwah Islamiah Website Administrator November 4, 2024

Ukhwah Islamiah

KHUTBAH IDUL FITRI

UKHUWAH ISLAMIYAH

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ أَمَّابَعْدُ؛

فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ كَمَا قَالَ تَعَالَى:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ 

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Ma’syirol muslimin rahimakumulloh, segala puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Alloh subhanahu wa ta’ala, atas segala limpahan dan karunian-Nya, kita semua dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka melaksanakan sholat idul fitri.

Sholawat dan salam, senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarga beliau, para sahabat, tabi’ien dan tabi’ut-tabi’ien serta segenap kaum muslimin yang senantiasa tsiqoh menegakan sunah-sunah nabi sholallohu alaihi wa salam hingga akhir zaman nanti.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Kaum muslimin rahimakumulloh, pada moment yang bahagia ini marilah kita pererat ukhuwah islamiyah kita, karena itu merupakan perintah Alloh subhanahu wa ta’ala, hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً  فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ  فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ  مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُون – ال عـمران

Artinya : “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya agar kamu mendapat petunjuk” (Q.S. Ali Imron ayat 103)

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Kaum muslimin rahimakumulloh, dalam ayat tersebut Alloh memerintahkan agar supaya berpegang kepada tali agama dengan bersatu dan tidak boleh berpecahbelah, maka jelaslah bahwa bersatu merupakan perintah Alloh dan berpecah belah adalah perkara yang dilarang.

Dalam konsep persatuan memiliki makna menyatukan komponen yang berbeda, perbedaan itu saling melengkapi sehingga persatuan tersebut menjadi kokoh, dan tentang persatuan tersebut dijelaskan oleh nabi sholallohu alaihi wasalam :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Kaum muslimin rahimakumulloh, bukankah tubuh terdiri dari anggota tubuh yang berbeda, tangan ada yang kiri dan ada yang kanan, kaki pun ada yang kiri dan ada yang kanan, sehingga perbedaan itu bersatu menjadi gerak yang rapi dan baik, coba bayangkan jika kaki dan tangan semuanya kanan, atau semuanya kiri, maka pastilah ia menjadi orang yang cacat dan geraknya juga terhambat.
untuk itu kita harus menjunjung tinggi toleransi dalam permasalahan ijtihadi, janganlah memaksakan pilihan ijtihad pribadi kepada pribadi yang lain dan ijtihad organisasi kepada organisasi yang lain, perbedaan ijtihad tersebut sebenarnya ibarat bagian puzle yang satu dengan lainya dapat menguatkan.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Kaum muslimin rahimakumulloh, sesungguhnya perbedaan pendapat itu ada dua bentuknya, pertama perbedaan dalam permasalahan yang bersifat ushuliyah aqidah, maka hukumnya haram, tidak ditolerir dalam islam, misalnya aqidah syi’ah yang mengkafirkan seluruh sahabat, atau ahmadiyah yang menganggap mirza ghulam ahmad sebagai nabi setelah nabi Muhammad, maka semua itu hukumnya menyimpang tidak boleh ditolerir, dalam istilah syari’atnya disebut sebagai iftiroq, dan iftiroq itu hukumnya haram.

Adapun perbedaan pendapat dalam ranah ijtihadi, bukan permasalahan ibadah mahdhah, maka ini perkara yang harus ditolerir, misalkan saja perbedaan dalam qunut subuh, perbedaan dalam menentukan hari raya dan lain sebagainya, yang merupakan ranah ijtihadi maka umat islam harus toleran, saling menghormati dan jangan dijadikan sebagai pokok perpecahan.

قَالَ اِبْنْ قُدَامَة فِي اَلْمُغَنِّي : وَجَعَلَ فِي سَلَفِ هَذِهِ اَلْأُمَّةِ أَئِمَّةٌ مِنْ اَلْإِعْلَامِ ، مَهَّدِ بَهُمْ قَوَاعِدَ اَلْإِسْلَامِ ، وَأَوْضَحَ بِهُمْ مُشْكِلَات اَلْأَحْكَامِ ، اِتِّفَاقُهُمْ حُجَّةً قَاطِعَةً ، وَاخْتِلَافُهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً

Berkata Ibnu Qudamah dalam kitab Al-mughni : dan telah terdapat pada pendahulu umat ini imam-imam yang memberi penjelasan, mereka menjelaskan tentang kaidah-kaidah islam, menjelaskan kepada umat tentang hukum permasalahn yang dihadapi, maka apa yang mereka sepakati itu adalah hujjah yang qot’i ( dalil yang kuat ) , tidak boleh ditolak, dan perbedaan pendapat mereka adalah rahmat yang ditolerir.

Kaum muslimin rahimakumulloh, ukhuwah islamiyah akan menjadikan umat ini kuat, sebaliknya berpecah belah akan melemahkan umat, untuk itu marilah kita bahu membahu antara satu dengan yang lain, baik secara individu maupun organisasi, dengan begitu yang ringan bisa sama-sama dijinjing dan yang berat bisa sama-sama dipikul.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Kaum muslimin rahimakumulloh, lihatlah di luar sana musuh-musuh islam mereka bersatu untuk menghancurkan islam, masing-masing begitu apik dalam mengambil peran, maka hal itu tidak dapat kita hadapi sendirian, karena kalau sendiri maka kekuatan kita menjadi lemah tidak berdaya, ibarat lidi, jika ia hanya satu lidi saja, maka ia tidak dapat melakukan banyak peran, bahkan mudah untuk dipatahkan, namun jika lidi itu berjumlah banyak, kemudian diikat menjadi satu, maka ia akan dapat membersihkan samapah-sampah. Demikian pula umat ini, jika masing-masing ormas bergerak sendiri-sendiri maka ia akan mudah dipatahkan dan dihancurkan, bahkan yang paling buruk adalah diadu dengan saudaranya sendiri, namun jika bersatu, masing-masing mengambil peranya sendiri-sendiri, maka hal itu akan menjadi kekuatan yang sangat besar.
semoga Alloh Ta’ala senantiasa menjaga ukhuwah umat ini sehingga menjadi kekuatan yang tidak terkalahkan, ya Alloh ikatlah hati para pemimpin umat ini unntuk selalu bersatu pada di atas agama-Mu, dan ta’liflah hati seluruh kaum muslimin agar mereka senantias bersatu dalam mengahadapi segala ancaman.

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَالله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ