KHUTBAH JUM’AT 2
FAIDAH MEMILIKI ANAK
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Alah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa memberikan banyak kenikmatan sehingga tidak terhitung nilai dan jumlahnya. Nikmat tersebut dicurahkan siang dan malam kepada kita.
Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Alloh ta’ala, sebagaimana firman-Nya :
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
“ Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” ( Qs. Al-Baqoroh 197 )
Kaum muslimin rahimakumulloh, pada kesempatan khutbah jum’at kali ini kami akan menyampaikan khutbah dengan tema “ faidah memiliki anak”.
Kaum muslimin rahimakumulloh, menikah bukan hanya sekedar menyatukan dua insan yang berbeda, namun, lebih dari itu ia memiliki tujuan yang amat mulia dalam kehidupan manusia, salah satu tujuan mulia dari menikah adalah memiliki anak.
Para ulama’ menyebutkan beberapa faidah memiliki anak, yang di antaranya :
اَلْأَوَّلُ مُوَافَقَةُ مَحَبَّةِ اَللَّهِ بِالسَّعْي فِي تَحْصِيلِ اَلْوَلَدِ لِإِبْقَاءِ جِنْسِ اَلْإِنْسَانِ
Pertama : bersesuaian dengan kecintaan Alloh dalam usaha mendapatkan anak dalam rangka melangsungkan keturunan manusia.
Alloh subahnahu wa Ta’ala berfirman :
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (13) }
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.( Qs. Al-Hujurot 13 )
Kaum muslimin rahimakumulloh, dalam ayat ini jelas sekali bahwa Alloh menghendaki dari penciptaan manusia dengan jenis laki-laki dan perempuan adalah, agar supaya mereka bersatu untuk melahirkann keturunan, sehingga orang yang menikah dalam rangka mendapatkan keturunan merupakan perbuatan yang sesuai dengan kehendak dan keridhaan Alloh, dan jika itu yang diniatkan maka ia akan mendapatkan pahala dari apa yang ia amalkan. Semakin banyak anak yang ia lahirkan maka semakin banyak pula pahala yang akan ia dapatkan.
Kaum muslimin rahimakumulloh, adapun faidah yang kedua adalah :
طَلَبُ مَحَبَّةِ رَسُولِ اَللَّهِ صَلَّى اَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَكْثِيرِ مِنْ مُبَاهَاتِهِ
Usaha untuk mendapatkan kecintaan rasululloh sholallohu alaihi wasalam dalam memperbanyak perkara yang membanggakan beliau. Dalam haditsnya rasululloh sholallohu alaihi wasalam bersabda :
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أَصَبْتُ امْرَأَةً ذَاتَ حَسَبٍ وَجَمَالٍ وَإِنَّهَا لَا تَلِدُ أَفَأَتَزَوَّجُهَا قَالَ لَا ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ الْأُمَمَ
Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi sallam lalu berkata: “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang mempunyai keturunan yang baik dan cantik, akan tetapi dia mandul, apakah aku boleh menikahinya?” Beliau menjawab: “Tidak.” Kemudian dia datang lagi kedua kalinya dan beliau melarangnya, kemudian ia datang ketiga kalinya lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nikahkanlah wanita-wanita yang penyayang dan subur (banyak keturunan), karena aku akan berbangga kepada umat yang lain dengan banyaknya kalian.” ( HR. Abu Dawud )
Kaum muslimin rahimakumulloh, rasululloh kelak akan bangga dengan banyaknya anak yang kita lahirkan, karena anak-anak tersebut akan menyumbang jumlah umatnya rasululloh sholallohu alaihi wasalam, namun yang perlu kita ingat adalah, bukan hanya sekedar banyak anak, akan tetapi anak-anak yang benar-benar akan membuat rasululloh bangga, umat yang penuh dengan kepatuhan terhadap syari’at, bukan anak-anak yang ahli maksiat dan suka melakukan perbuatan dosa.
Nah, di sinilah, orang tua dituntut untuk bisa mendidik anak-anaknya dengan pendidikan islami, agar kelak ketika mereka dewasa, mereka benar-benar menjadi umat nabi yang membanggakan, bukan sebaliknya umat yang akan terusir dari telaga kautsar.
Adapun faidah yang ketiga adalah :
طَلَبُ اَلتَّبَرُّكِ بِدُعَاءِ اَلْوَلَدِ اَلصَّالِحِ بَعْدَهُ
Mencari keberkahan dalam do’a anak yang sholih setelah ia mati.
Dalam haditsnya nabi sholallohu alaihi wasalam bersabda :
صحيح مسلم ٣٠٨٤: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Shahih Muslim 3084: dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.”
Kaum muslimin rahimakumulloh, setelah kita mati, yang kita nantikan adalah do’a anak-anak kita, seabrek prestasi di dunia tidak bermanfaat bagi kita manakala kita sudah di alam barzakh, hanya lantunan do’a mereka yang akan menentramkan diri kita di alam kubur, meneranginya, memperluasnya dan menyelamatkan kita dari adzab yang menyiksa.
Untuk itu, anak merupakan investasi yang sangat berharaga, sehingga jangan sampai kita menyia-nyiakanya dan tidak memperhatikan pendidikanya. Pendidikan dunia itu penting namun, pendidikan akhirat lebih penting. Untuk itu kita harus bersungguh-sungguh dalam mendidik dan mencarikan lembaga pendidikan untuk anak-anak kita.
Kaum muslimin rahimakumulloh, adapun faidah yang keempat adalah :
طَلَبُ اَلشَّفَاعَةِ بِمَوْتِ اَلْوَلَدِ اَلصَّغِيرِ إِذَا مَاتَ قَبْلَهُ
Mencapat syafa’at manakala anak meninggal di usia balita.
Kaum muslimin rahimakumulloh, semua orang tua tidak mengingnkan anaknya meninggal dunia, terlebih manakala usianya masih sangat muda, namun begitulah, manusia tidak akan mampu m elawan kehendak Alloh, dan sebagai gantinya, Alloh akan menjadikan anak yang meninggal tersebut sebagai syafi’ ( pemberi syafa’at bagi kedua orang tuanya ) mana kala kedua orang tua sabar dan ridha atas takdir Alloh tersebut.
Rasululloh sholallohu alaihi wasalam bersabda :
سنن الترمذي ٩٤٢: عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
Sunan Tirmidzi 942: dari Abu Musa Al Asy’ari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Jika anak seorang hamba meninggal, Allah berfirman kepada para malaikatNya: Kalian telah mencabut anak hambaKu. Mereka menjawab: ‘Ya.’ (Allah Tabaraka Wa Ta’ala) berfirman: ‘Kalian telah mencabut buah hatinya.’ Mereka menjawab: ‘Ya.'(Allah Tabaraka Wa Ta’ala) bertanya: ‘Apa yang dikatakan hambaKu.’ Mereka menjawab: ‘Dia memujiMu dan mengucapkan istirja’.’ Allah berkata: ‘Bangunlah untuk hambaKu satu rumah di surga, dan berilah nama dengan Baitulhamd’.”
Dalam hadits yang lain juga disebutkan :
سنن ابن ماجه ١٥٩٨: عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ السِّقْطَ لَيَجُرُّ أُمَّهُ بِسَرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ إِذَا احْتَسَبَتْهُ
Sunan Ibnu Majah 1598: dari Mu’adz bin Jabal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh anak yang meninggal dalam kandungan ibunya akan menarik ibunya dengan talinya pusar ke surga jika ia sabar. “
Kaum muslimin rahimakumulloh, demikianlah apa yang dikhabarkan oleh rasululloh sholallohu alaihi wasalam, bahwa, orang tua yang tabah akan kematian putranya di waktu balita, akan menjadikan syfa’at bagi dirinya, untuk itu, hendakalah orang tua bersabar manakala ia kehilangan anaknya.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرّحِيْمُ
[KHUTBAH KEDUA]
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Kaum muslimin jama’ah jum’at rahimakumulloh, betapa besarnya faidah memiliki anak, namun tidak sedikit orang yang khawatir jika memiliki anak banyak, padahal Alloh yang menjamin rizqi mereka, sebagaimana fuirman-nya :
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا
“ Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” ( Qs. Al-Isra 31 )
Dahulu orang-orang jahiliyah mereka membunuh anak-anak mereka karena takut jatuh miskin, takut tidak bisa memberi makan, maka Alloh tegaskan bahwa Allohlah yang memberi rizqi terhadap anak-anak tersebut termasuk orang tuanya.
Semoga Alloh menjadikan anak-anak kita , anak-anak yang sholih dan sholihah menjadi penyejuk mata bagi orang tuanya. Amin ya Rabbal alamin.
Dan marilah kita berdo’a kepada Alloh Ta’al semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya hingga akhir hayat mendapatkan husnul khotimah, amin ya Rabbal alamin.
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَالله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ