Puncak ilmu Website Administrator November 4, 2024

Puncak ilmu

KULTUM 3

PUNCAK ILMU

Assalamu alaikum wa rohmatullahi wabarokatuh

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

Segala puji kita haturkan kehadirat Alloh subhanahu wata’la, shalawat dan salam ke atas nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan bagi seluruh umatnya yang setia mengikut sunnahnya hingga hari kiamat nanti.

Bapak ibu kaum muslimin rahimakumulloh, orang yang memiliki ilmu tidak serta merta ia akan menjadi baik, bahkan dahulu kala, orang-orang yang membuat kerusakan dan berpecah belah, justru orang orang yang telah diberi ilmu, hal ini dapat kita dapati dalam firman Alloh :

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” ( Qs. Ali Imron 19 )

ayat tersebut memberitahukan kepada kita bahwa sebab perpecahan umat justru setelah mereka mengetahui kebenaran dan mempelajari Al-Kitab. Disebabkan munculnya penyakit hasad dan benci kepada saudaranya.

Bapak ibu kaum muslimin rahimakumulloh, Manusia diberi hawa nafsu oleh Alloh dimana hawa nafsu itu hanya mengejar dua hal, yaitu mencari nikmat dan menghindari sengsara. Ketenaran, salah satu kenikmatan yang banyak dicari oleh manusia. Jika ada yang lebih tenar dari dirinya maka jiwanya merasa sengsara, akhirnya ia akan berusaha bagaimana supaya kenikmatan tenar itu menjadi miliknya dan saudaranya tidak mendapatkan ketenaran yang sama.

Saudaraku yang dimuliakan Alloh, sadarilah bahwa puncak ilmu bukanlah ketenaran, bukan pula jumlah pengikut yang banyak, bukan pula seberapa engkau menghafal ayat maupun hadits, tetapi puncak ilmu adalah sejauh mana rasa takut kita kepada Alloh Ta’ala.

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” ( Qs. Fathir 28 )

Orang yang belajar agama hanya untuk menjadi tenar, hanya untuk mendebat saudaranya, atau hanya untuk mengunggulkan diri dan kelompoknya diancam oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasalam dalam haditsnya :

سنن ابن ماجه ٢٥٦: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ أَنْبَأَنَا وَهْبُ بْنُ إِسْمَعِيلَ الْأَسَدِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ ,قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ وَيُجَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ وَيَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ جَهَنَّمَ

Sunan Ibnu Majah 256: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma’il berkata: telah memberitakan kepada kami Wahb bin Isma’il Al Asadi berkata: telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa’id Al Maqburi dari Kakeknya dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mempelajari ilmu untuk mendebat ulama, merendahkan orang-orang bodoh serta memalingkan perhatian manusia kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam jahannam.”

Kaum muslimin rahimakumulloh

Abdurrahman bin Abu Laila rohimahulloh berkata, “ didalam masjid ini aku pernah bertemu dengan seratus lima puluh sahabat rosululloh sholallohu alaihi wasalam, tidaklah salah seorang ditanya tentang suatu hadits atau fatwa, melainkan dia juga menanyakan kepada yang lainya hingga merasa yakin akan kebenaranya. Kemudian pada zaman sekarang muncul orang-orang yang mengaku sebagai ulama’ yang begitu mudah mengeluarkan jawaban mengenai berbagai masalah, yang seandainya masalah-masalah itu disodorkan kepada Umar bin Khotob, tentu ia akan mengumpulkan orang-orang yang pernah ikut perang badar dan meminta pendapat mereka “.

Itulah akhlak dan gambaran amal ulama’ salaf, dimana sifat tabayun terhadap permasalahan apapun melekat pada diri mereka, termasuk perkara-perkara yang diperselisihkan. Diskusi dan musyawarah merupakan akhlak Islami, tetapi berdebat untuk saling menjatuhkan adalah musibah, Imam Malik berkata, “ berdebat dalam urusan agama tidak ada manfaatnya “, kenapa beliau mengatakan begitu ?, karena berdebat hanya akan mengeraskan hati, menjadikan sombong dan merasa diri paling benar sehingga sulit menerima kebenaran. Semoga kita bisa saling menjaga ukhuwah Islamiyah sehingga kita dapat meraih kesempurnaan iman kepada Alloh Ta’ala. Amin .

Billahitaufik wal hidayah wassalamu alaikum wa rahmatullohi wa baraokatuh.