PINTU MASUK SETAN KEDALAM HATI Website Administrator October 4, 2024

PINTU MASUK SETAN KEDALAM HATI

Oleh : Abdulloh Al-Hanif

Sebagaimana telah dibahas dalam rubrik sebelumnya, hati merupakan singgasana jiwa, jika hati telah dikuasai oleh setan maka jiwa kita tidak memiliki kuasa untuk mengaturnya, jiwa kita akan menjadi tawanan setan atau lebih parahnya menjadi budaknya. Setan akan memerintah hati dengan keangkara murkaan atau bahkan jiwa kita yang telah ditaklukan oleh setan dengan sukarela melaksanakan perintah setan durjana, mengendalikan hati untuk melakuakan segala bentuk kejahatan. Untuk itu perlu kiranya kita mengenali pintu-pintu manakah dalam hati kita yang akan menjadi jalan masuknya setan untuk menguasai hati kita.

  1. Marah dan syahwat :

Marah merupakan sebab tertutupnya akal. Setan mempermainkan orang yang marah sebagaimana anak kecil yang mempermainkan bola. Dalam riwayat disebutkan, bahwa iblis berkata kepada Nabi Musa ‘alaihissalam, “ ingatlah aku dalam tiga kondisi niscaya aku tidak akan menghancurkanmu, ingatlah aku ketika engkau marah, maka sesungguhnya ruhku didalam hatimu, mataku berada pada pandanganmu, aku akan berjalan didalam tubuhmu seiring dengan peredaran darahmu, ingatlah aku ketika marahmu, sesungguhnya jika manusia marah maka akan aku hembuskan kedalam mulutnya sehingga ia tidak sadar dengan apa yang ia perbuat, dan ingatlah aku ketika berperang, sungguh aku akan datang dan mengingatkan anak adam dengan anak dan istrinya sehingga ia akan lari dari peperangan, dan hendaknya kamu menyendiri dengan wanita yang bukan mahram, karena pasti aku akan menyampaikan hasratnya dan hasratmu kepadanya.

  1. Dengki dan rakus :

Dengki dan rakus akan membuat anak adam buta dan tuli, cahaya bashiroh itu apabila ia mampu mendeteksi masuknya setan ke dalam hati, sedangkan dengki dan rakus akan menutupinya, sehingga setan akan leluasa masuk dan menguasai hatinya. Dengkilah yang menyebabkan iblis terlaknat dan rakuslah yang menyebabkan Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga, ia rakus ingin menikmati pohon yang dilarang oleh Alloh Ta’ala.

  1. Kekenyangan :

Karena kenyang dapat menguatkan syahwat dan syahwat adalah senjata setan. Orang yang terlalu kenyang maka ia akan menjadi malas, malas untuk bekerja dan beribadah.

  1. Mencintai kemegahan pakaian dan tempat tinggal :

Apabila telah tumbuh kecintaan anak Adam terhadap kemegahan dan keindahan maka setan akan memanfaatkanya untuk terus menggodanya supaya ia semakin terlena untuk membangun dan memperbagus tempat tinggal, memperindah pakaian, kendaraan dan akhirnya anak Adam itu lupa akan akhirat dan sibuk mempermegah dunianya.

  1. Tamak  :

Jika hati seseorang tamak maka setan akan terus menghiasi hatinya dengan rasa ujub, sikap riya’ dan ingin selalu dipuji oleh manusia. Maka pada saat itu ia sulit untuk berlaku ikhlas.

  1. Tergesa-gesa dan tidak tenang :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَنَاةُ مِنْ اللَّهِ وَالْعَجَلَةُ مِنْ الشَّيْطَانِ

“Sifat hati-hati (waspada) itu dari Allah dan tergesa-gesa itu godaan dari setan.” ( HR. Tirmidzi )

  1. Mencintai harta :

Orang yang mencintai harta benda maka hatinya akan semakin kosaong dari akhirat, semakin banyak harta yang ia miliki syahwatnya terhadap harta akan semakin tinggi, rasa dahaganya pun akan semakin menjadi, sehingga ia akan menghabiskan segala tenaga dan pikiranya hanya untuk mengabdi kepada harta.

  1. Bakhil dan takut miskin :

Bakhil dan takut miskin akan mengajak untuk tidak berinfak, Sufyan mengatakan, “ tidaklah ada senjata setan yang lebih ampuh dari pada menakuti manusia menjadi fakir, apa bila manusia telah terkena senjata itu, maka ia akan mengambil yang bukan haknya, tidak menunaikan hak saudaranya, berbicara berdasarkan hawa nafsu dan berprasangka buruk kepada Alloh.

  1. Ta’ashub ( fanatisme ) madzhab :

Dengan jalan ini setan menghancurkan ahli ibadah dan orang fasik secara bersamaan, sesungguhnya mencela manusia dan selalu mencari kesalahan orang lain adalah perbuatan yang amat tercela. Orang yang berbuat seperti itu dihias oleh setan dengan rasa paling benar dan paling berjasa terhadap agama. Seolah yang ia lakukan itu merupakan pembelaan terhadap agama, namun sebenarnya hanyalah memperluas kekuasaan setan.

  1. Menyibukan diri untuk berpecah belah :

Ibnu Abbas , “ orang-orang yang berdzikir berdiri meninggalkan majlis kebersamaan mereka dan mereka menyibukan dengan dzikir masing-masing sehingga terpecah belash, itulah yang diinginkan oleh syetan “. Ahli dzikir sibuk mencari suluk masing-masing, dan tenggelam dengan suluknya sehingga tidak peduli dengan urusan umum kaum muslimin, meskipun tidak ada konflik, tetapi mereka meninggalkan persatuan.

  1. Suudzhon ( berburuk sangka ) terhadap kaum muslimin :

Orang yang menghukumi orang lain dengan berdasarkan prasangka, setan akan datang dan mengobarkan semangatnya untuk terus mengghibah saudaranya, sedangkan ghibah adalah perbuatan yang amat tercela.

  1. Membawa orang awwam untuk berfikir tentang dzat Alloh :

Mengajak orang lain untuk berfikir tentang dzat Alloh yang memang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia terlebih lagi orang awam akan menyebabkan mereka ragu tentang Alloh. Maka sebaik-baik penyampaian adalah yang sesuai dengan kadar kemampuan akal audien.

Demikianlah pintu-pintu masuk setan ke dalam hati manusia, setelah kita ketahui, selanjutnya adalah upaya untuk menjaga dan menutupnya dari setan, agar setan tidak masuk ke hati kita dan merebutnya dari jiwa kita. Insya Alloh pada rubrik selanjutnya kita bahas secara lebih detail setiap pintu tersebut.

MAROJI’ :

  1. Ihya’ ulumuddin Imam Al-Ghozali.
  2. Minhajul Qosidin Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi.