Bahaya Perbuatan Syirik Website Administrator November 3, 2024

Bahaya Perbuatan Syirik

MUQADDIMAH

Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam. Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wa salam, para keluarga beliau, para sahabat, tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan umatnya hingga akhir zaman nanti.

Buku kultum ini kami tulis untuk modul dakwah santri PDL ( Praktek Dakwah Lapangan ) santri Ponpes Al-Ittihad Kebarongan Kemranjen Banyumas dan upaya menghidupkan syi’ar dakwah bulan ramadhan di masjid-masjid. Dengan muatan materi yang ringan diharapkan mudah untuk disampaikan dan dipahami oleh jama’ah masjid, terutama sebagai selingan pada pelaksanaan sholat tarawih.

Semoga Alloh Ta’ala meridhai setiap usaha kita, dan mencatatnya sebagai amal sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Amin

Kemranjen 31 Januari 2024

By : Abdullah Al-Hanif

KULTUM 1

BAHAYA PERBUATAN SYIRIK

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

Segala puji kita haturkan kehadirat Alloh subhanahu wata’la, shalawat dan salam ke atas nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan bagi seluruh umatnya yang setia mengikut sunnahnya hingga hari kiamat nanti.

Kaum muslimin rahimakumullah

Pada kesempatan kali ini marilah kita kaji bersama tentang bahaya perbuatan syirik, sebagaimana kita ketahui, bahwa syirik atau menyekutukan Alloh dengan selain-Nya merupakan dosa yang paling besar dalam Islam, lalu apa sajakah efek yang akan didapat dari perbuatan syirik tersebut ?

Berikut ini penjelasanya :

Pertama : Syirik Akbar menghapus semua amal

Kaum muslimin rahimakumullah, manakala seorang berbuat syirik besar maka batal dan hapuslah seluruh amal yang ia kerjakan, hal ini sebagaimana firman Allah :

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّاكَانُوا يَعْمَلُونَ { الانعام  88}

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

Juga dijelaskan dalam firman-Nya :

وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِّنَ الْخَاسِرِينَ { الزمر  65}

Dan sesungguhnya telah diwahtukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “ jika kamu mempersekutukan (Allah) ,niscaya aku hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Kedua : Pelaku syirik akbar kekal di neraka dan diharamkan baginya jannah

Jama’ah rahimakumullah, orang yang mati dalam keadaan berbuat syirik besar dan ia tidak bertobat maka ia akan kekal di neraka dan tidak akan dapat pergi ke surga. Hal ini sebagaimana yang difirmankan :

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا { النسـاء  48}

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki, barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh  ia telah berbuat dosa yang besar

Juga dijelaskana dalam firman-Nya :

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَالِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ { المـائدة  72}

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang yang dholim itu seorang penolongpun.

Ketiga : Meskipun syirik asghar atau syirik kecil  tidak menghapus semua amal, tetapi pelakunya berada dalam bahaya besar, sebab dengan berbekal apa ia akan menghadap Allah, sedang amalan-amalan yang ia kerjakan tanpa keikhlasan semua tertolak , Allah Ta’ala berfirman :

…..فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَآءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَيُشْرِكُ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا { الكهف  110}

Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal sholih dan jangan mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya.

Juga dijelaskan oleh nabi shalallahu alaihi wasalam :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ مَرْفُوْعًا : قَالَ الله تَعاَلَى : اَنَا أغنى الشًّرَكاَءُ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً اَشْرَكَ مَعِى فِيْهِ غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَ شِرْكَهُ { رواه مسلم }

Dari Abu Huroiroh radliyallaahu ‘anhu-hadits marfu’-Allah ta’ala berfirman, “ Aku tidak butuh sekutu, Barangsiapa mengerjakan satu amalan yang dalam beramal itu ia menyekutukan Aku dengan selainKu, maka Aku tinggalkan ia dan sekutunya. ( HR. Muslim )

Keempat : Syirk Ashghar lebih besar dari pada kabair (dosa-dosa besar).

Demikianlah kaum muslimin rahimakumullah, meskipun syirik kecil itu disebut kecil, namun dosanya sebenarnya masih lebih besar daripada dosa besar, hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits nabi shalallhu alaihi wasalam :

عَنْ عِمْرَان بِنْ حُصَيْنِ رَضِىَ الله عَنْهُ  اَنَّ النَّبِيَّ صَلَى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ رَأَى رَجُلاً فِي يَدِهِ حِلْقَةٌ مِنْ صُفْرٍ فَقَالَ  ماَ هَذِهِ ؟  قاَلَ مِنَ الْوَاهِنَةِ . فَقاَلَ : إِنْزِعْهاَ فَإِنَّهاَ لاَ يَزِيْدُ إِ لاَّ وَهْناً ، فَإِ نَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا  { روه أحمد و ابن ماجه }

Dari ‘Imran bin Hushain radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alayhi wa sallam melihat seseorang di tangannya ada sesuatu yang melingkar terbuat dari kuningan . Maka beliau bertanya, “Apa ini?” Orang itu menjawab, “ Supaya  tidak lemah!” Lalu Nabi bersabda, “Lepaskanlah!, sesungguhnya ia tidak menambahkan kepadamu selain kelemahan, dan jika kamu mati sedangkan ia masih ada padamu, sekali-kali kamu tidak akan beruntung” ( HR. Ahmad dan Ibnu Majjah )

Demikianlah empat macam bahaya terbesar dari perbuatan syirik, maka dari itu marilah kita berusaha untuk menjauhi syirik tersebut sejauh-jauhnya, jangan coba untuk mendekat apalagi melakukanya.

Bapak ibu yang dirahmati Allah, barangkali itu yang dapat kami sampaikan kurang dan lebihnya kami mohon ma’af yang sebesar-besaranya.

Billahittaufik wal hidayah ………………….Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.