Penyubur Iman Website Administrator November 4, 2024

Penyubur Iman

KULTUM 15

PENYUBUR IMAN

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam, sholawat dan salam keatas nabi Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarga, sahabat, tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan seluruh umat beliau yang senantiasa menghidupkan sunnah beliau sampai hari kiamat nanti.

Bapak ibu yang dimuliakan Alloh, pada kultum kali ini kami akan menyampaikan tentang hal-hal yang dapat menyuburkan iman, ibarat pohon yang ditanam, ia akan subur dengan dahan dan cabang yang menjulang manakala terawat dengan baik, demikian juga iman, jika ia tidak dirawat dengan baik maka iman itu bisa saja layu dan mati, daun dan ranting berguguran, cabang-cabangnya patah dan batangnya rapuh.

Diantara hal-hal yang dapat menyuburkan iman adalah :

Pertama : Mengetahui dan memahami Asma’wa Sifat Allah ta’ala

Bapak ibu rahimakumulloh Keimanan, kecintaan dan pengagungan seorang hamba kepada Rabb-nya akan bertambah jika pengetahuannya tentang Asma wa Sifat beserta konsekwensi-konsekwensi dan akibatnya bertambah.

Allah ta’ala berfirman :

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)24(

 ‘Dialah Allah yang tiada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengkaruniakan keamanan, Yang Maha Pemelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. Dan dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Al-Hasyr 23-24 )

Kedua : Melihat dan merenungkan ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat kauniyah maupun ayat-ayat syar’iyyah.

Karena iman seseorang akan bertambah dengan melihat dan merenungkan apa yang terkadung didalamnya. Bagaimana kekuasaan Allah di alam ini, apa rahasia keagungan syareat Allah ta’ala terhadap makhluq-Nya dalam bentuk ibadah, mu’amalah, akhlaq dan seterusnya. Alloh menggambarkan tentang luasnya kekuasaanNya. Alloh berfirman:

 إِنَّ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهارِ لَآياتٍ لِأُولِي الْأَلْبابِ (190) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِياماً وَقُعُوداً وَعَلى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا باطِلاً سُبْحانَكَ فَقِنا عَذابَ النَّارِ )191(

“Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ornag-orang yang berakal, (Yaitu) orang-orang yang meningat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit danbumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, Tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ( Qs. Ali Imron 190-191 )

Ketiga : Mengerjakan ketaatan

Iman akan bertambah sesuai jenis, banyak dan baiknya amal yang kita kerjakan, hal ini sebagaimana termaktub dalam firman Alloh :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (2) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ )3(

“ sesunguhnya orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apa bila di sebut Asma’ Alloh maka bergetarlah hatinya, dan apa bila dibacakan ayat-ayat Alloh maka bertambahlah iman mereka dan hanya kepada Alloh mereka bertawakal, ya itu orang-orang yang menegakan sholat, dan terhadap sebagian rizqi yang ia terima maka ia menginfakanya “ ( Qs. Al-Anfal 2-3 )

Jenis amalan wajib lebih utama dari amalan sunnah. Dari sekian amalan, ada yang lebih utama dari sebagian yang lain. Maka mengerjakan yang afdhol, akan menjadikan iman semakin kuat bertambah. Banyaknya amal, akan menjadikan iman bertambah kuat, karena amal merupakan bagian dari Iman.

Keempat : Meninggalkan maksyiat karena takut kepada Allah Ta’ala

Semakin kuat ajakan terhadap ma’shiyat, maka akan semakin kuat bertambah Iman dengan meninggalkannya. Maksiyat adalah lawan dari ta’at, maka jika seseorang tidak berbuat ta’at kepada Alloh berarti ia telah bermaksiat kepada Alloh. Bentuk kemaksiyatan yang paling besar adalah berbuat syirik kepada Alloh Ta’ala. Allh berfirman :

يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“ wahai anaku janganlah engkau berbuat syirik kepada Alloh, sesungguhnya syirik itu adalah kedholiman yang paling besar “ (Qs. Luqman 13 )

Bapak ibu rahimakumulloh, demikianlah beberapa hal yang dapat menyuburlkan iman, semoga kita semua mampu melaksanakan sehingga iman kita akan senantiasa bertamabah. Demikianlah yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. billahittaufik wal hidayah wa ridho wa inayah

wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.