Oleh : Abdulloh Al-Hanif
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا
“ ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia[311] yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” ( Qs. An-Nisa 54 )
Dengki adalah mengharapkan hilangnya nikmat dari seseorang, baik nikmat tersebut nikmata agama maupun nikmat dunia. Rasa dengki ini muncul akibat dari kuatnya rasa duka terhadap kebaikan-kebaikan yang ada pada orang lain. Ada dua kemungkinan yang akan muncul, jika seorang melihat kenikmatan yang didapat oleh saudaranya.
- Membenci kenikmatan yang didapat oleh saudaranya tersebut dan senang jika nikmat itu hilang. Inilah yang disebut dengki.
- Tidak benci terhadap kenimkamatan yang didapat oleh saudaranya dan berharap ia juga mendapatkan kenimatan yang sama. Inilah yang disebut ghibthoh, yaitu berharap mendapat nikmat seperti orang lain tanpa disertai dengan rasa iri hati.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN RASA DENGKI
- Permusuhan dan kebencian
Orang yang disakiti oleh orang lain akan menimbulkan rasa tidak suka terhadap orang yang menyakiti tersebut, rasa tidak suka itu dapat mendorong munculnya kedengkian dalam hati, kemudian menjelmalah menjadi sikap dendam, ia bahagia jika orang yang dibenci mendapat musibah, sebaliknya ia akan bersedih jika orang yang dibenci mendapatkan kenikmatan.
- Kesombongan
Orang yang sombong akan mersa takut dikalahkan, atau ada orang yang akan melampauinya, rasa takut itu akan menjelma menjadi kedengkian kepada siapa saja yang mendapatkan kenikmatan seperti dirinya.
- Cinta kekuasaan dan ketenaran
Orang yang serakah terhadap ketenaran dan kepemimpinan akan selalu khawatir ada orang lain yang akan merebut atau melampai kekuasaan dan ketenaranya, rasa khawatir itu akan menimbulkan rasa dengki dalam hati terhadap orang lain yang mendapatkan kenikmatan sama seperti dirinya.
- Keburukan dan kekikiran jiwa
Keburukan dan kekikiran jiwa maksudnya adalah, jika disebutkan kebaikan yang didapat oleh saudaranya, hatinya tiba-tiba menjadi sakit, dadanya sesak, seolah kebaikan yang diperoleh saudaranya tersebut diambil dari lemarinya, diaman ia menyimpan kekayaan dan kenikmatanya.
Itulah beberapa hal yang menjadi pemicu munculnya kedengkian dalam diri manusia, kedengkian yang dituruti akan menimbulkan masalah bagi pelaku dan manusia disekitarnya, yang nantinya berdampak kepada kesengsaraan didunia dan akhirat, na’udzubillahi mindzalika.
MENCEGAH DAN MENGATASI DENGKI
Berikut adalah kiat-kiat yang dapat kita amalkan agar hati kita tidak terhinggapi rasa dengki, atau jika rasa dengki sudah muncul semoga dengan amalan tersebut kita dapat menghapusnya.
- Ikhlas
سنن الترمذي ٢٥٨٢: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ
Sunan Tirmidzi 2582: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Umar telah menceritakan kepada kami sufyan dari Abdul Malik bin Umair dari Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud dia telah menyampaikan hadits dari Bapaknya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Allah memperindah seseorang yang mendengar perkataanku, dia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya, bisa jadi orang yang mengusung fiqih menyampaikan kepada orang yang lebih faqih darinya. Dan tiga perkara yang mana hati seorang muslim tidak akan dengki terhadapnya: mengikhlaskan amalan karena Allah, saling menasehati terhadap para pemimpin kaum muslimin, berpegang teguh terhadap jama’ah mereka, sesungguhnya da’wah meliputi dari belakang mereka.”
Barangsiapa yang mengikhlaskan agamanya hanya kepada Alloh makaia tidak akan peduli dengan pujian ataupun celaan manusia,karena hakikat amalnya hanyalah ditujukan kepada Alloh semata, bahkan seluruh hidupnya telah dipasrahkan kepada Alloh Ta’ala.
- Ridho kepada Alloh
Ibnul Qoyyim berkata, “ ridho akan membukakan pintu keselamatan bagi yang melakukan, karena ridho itu dapat menjadikan jiwa seseorang menjadi bersih dari kecurangan, iri dan dengki, dan seseungguhnya tidak ada orang yang dapat lolos dari siksaan Alloh kecuali mereka yang datang kepada Alloh dengan hati yang bersih. Mustahil hati menjadi bersih kalau disertai dengan kebencian dan tidak ada keridhoan, semakin besar keridhoan seseorang maka semakin bertambah bersihlah hatinya, iri dengki dan curang adalah perbuatan yang selalu mengiringi kemarahan, sementara hati yang bersih dan baik selalu mengiringi keridhoan. Begitu pula dengki, ia adalah buah dari kemarahan, sebagaimana hati yang bersih adalah buah dari sikap ridho”.
- Membaca Al-Qur’an dan menghayatinya
Al-qur’an adalah petunujuk sekaligus penawar hati bagi orang yang beriman.
قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ
“ Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka[1334]. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” ( Qs. Fushilat 44 )
- Mengingat hisab di akhirat
Setiap kali rasa dengki itu muncul menghinggapi hati, maka ingatlah bahwa Alloh akan menghisab seluruh perbuatan kita, dengan begitu kedengkian tersebut tidak boleh dipelihara, dan harus dimusnahkan agar tidak menjadikan kerugian yang besar di dunia dan akhirat.
- Do’a
Do’a adalah senjata orang mukmin, termasuk senajata untuk memerangi kedengkian dalam hati.
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“ Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” ( Qs. Al-Hasyr 10 )
- Bersedekah
Bersedekah dapat menbersihkan hati dan mensucikan jiwa.
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( Qs. At-Taubah 103 )
- Menjalin ukhuwah Islamiyah dan menyebar luaskan salam
صحيح مسلم ٨١: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٍ
Shahih Muslim 81: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Waki’ dari al-A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu, apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi. Sebarkanlah salam di antara kalian.” Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah memberitakan kepada kami Jarir dari al-A’masy dengan sanad ini. Dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, ” sebagaimana hadits Abu Mu’awiyah dan Waki’.”
Demikianlah pembahasan singkat tentang dengki, salah satu pintu yang dipergunakan setan untuk masuk dan menguasai hati kita. Semoga Alloh senantiasa menjaga hati kita selalu dapat berdzikir kepada-Nya. Amin.
MAROJI’ :
- Bagaimana menjaga hati Abdul Malik Al-Qasim
- Ihya’ ulumuddin Imam Al-Ghozali
- Mukhtashor minhajil Qosidin Ibnu Qudamah Al-Maqdisi