KULTUM 11
PENGHALANG HIDAYAH
Assalamu alaikum wa rohmatullahi wabarokatuh
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
Segala puji kita haturkan kehadirat Alloh subhanahu wata’la, shalawat dan salam ke atas nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan bagi seluruh umatnya yang setia mengikut sunnahnya hingga hari kiamat nanti.
Bapak dan ibu jama’ah rahimakumulloh, dalam kultum kali ini, perkenankanlah kami membawakan satau kultum yang berjudul “ penghalang-penghalang hidayah “.
Bapak ibu rahimakumulloh, hidayah adalah petunjuk yang datang dari Alloh, ia sebagai pelita di tengah gulita dunia, hidayah sendiri ada dua macam, pertama hidayah irsyad, apa itu hidauah irsyad ?, hidayah irsyad adalah petunjuk Alloh yang bersifat tersampaikan dan dapat diakses oleh siapa saja, misalnya ceramah-ceramah ilmiyah, buku-buku ilmiyah dan lain sebagainya.
Sedangkan hidayah yang kedua adalah, hidayah taufiq, yaitu petunjuk Alloh yang menjadi keimanan dalam dada manusia.
Dalam hal ini, manusia bisa mengakses hidayah irsyad, namun tidak semua yang mendapat hidayah irsyad itu kemudian akan mendapat hidayah taufik. Bahkan banyak kita jumpai, ada alumni pondok yang sama, belajar dari guru yang sama, namun ketika keluar pondok ia menjadi sosok yang jauh sekali dari adab-adab seorang santri.
Kenapa bisa demikian ?, jawabanya, karena ia hanya mendapat hidayah irsyad dan tidak mendapat hidayah taufiq.
Bapak ibu rahimakumulloh, lantas apa sajakah yang menjadi penghalang seseorang untuk mendapat hidayah ? terutama hidayah taufik ?, berikut penjelasan secara singkat :
- Kurangnya pengetahuan :
Bapak ibu rahimakumulloh, tidak dipungkiri bahwa orang yang kurang pengetahuan maka ia juga akan kekurangan dalam meakses hidayah, secara logika, bagaimana ia akan mendapatkan hidayah kalau ia tidak memiliki pengetahuan apa-apa atau kurang informasi pengetahuanya.
Banyak pula orang yang salah memahami, yang benar difahaminya salah dan yang salah difahaminya benar, karena ia tidak mengetahui manakah kebenaran yang sebenarnya.
Maka dari itu, mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana perintah nabi sholallohu alaihi wasalam :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim” (HR Ibnu Majah )
- Hasad dan Takabur :
Hasad maknanya adalah iri dan dengki, sedangkan takabur artinya adalah kesombongan.
Bapak ibu rahimakumulloh, dua sifat inilah yang menjadikan iblis dilaksanat oleh Alloh dan tidak akan diberi kebaikan samapai hari kiamat, dan ketika kiamat nanti ia akan menjadi penghuni neraka selamanya. Hal ini dapat dilihat dengan jelas dalam firman Alloh :
قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ (٧٥) قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (٧٦)
75. Allah berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua Tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?”
76. (Iblis) berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” ( Qs. Shaad 75-76 )
Kesombongan iblis dan kedengkianya terhadap Adam membuat ia tidak dapat menerima perintah dari Alloh dan tidak bisa pula mendapatkan hikmah dari perintah tersebut.
Bapak ibu rahimakumulloh, demikian pula kita, mana kala kedengkian kita mendominasi, sering pikiran kita menjadi tidak obyektif, bahkan kita mudah memvonis seseorang itu sesat hanya karena kita dengki dengan keberhasilan dakwah atau kita dengki dengan golonganya, di satu sisi kita sombong dan membagakan golongan kita, sehingga bisa jadi yang disampaikan oleh orang lain atau kelompok lain itu sebenarnya adalah hidayah, namun kita menolaknya lantaran kita dibalut kedengkian dan kesombongan.
Bapak ibu rahimakumulloh, berorganisasi dalam dakwah adalah sebuah tuntutan yang tidak dapat terelakan, ia bisa menjadi sarana manajemen dalam berdakwah dan sekaligus sebagai sarana untuk menjaga keistiqomahan kita, maka dari itu jangan sampai organisasi justru malah menjadi sarana ashobiyah, fanatisme golongan yang mana itu jelas dilarang dalam agama.
- Kepentingan dunia :
Bapak ibu rahimakumulloh, adapun penghalang hidayah yang ketiga adalah, kepentingan dunia. Orang yang dalam beragamanya hanya mencari kepentingan dunia, maka tidak akan diberi hidayah oleh Alloh, terutama hidayah taufik.
Maka dapat kita jumpai banyak orang yang pandai dalam berdalil agama namun amalnya dan prakteknya jauh dari nilai-nilai agama itu sendiri. Hal ini dsebabkan, ia belajar ilmu agama bukan untuk diamalakan dan didakwahkan, melainkan hanya untuk mendapat kemewahan dan kesenangan dunia, bahkan lebih parah lagi, ia akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan dunia tersebut meskipun ia harus menjual agamanya.
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang murah, mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” (Al-Baqarah: 174)
Begitulah nasib orang-orang yang menjual ayat Alloh dengan kesenangan dunia, ia tidak akan diberi hidayah taufik, bahkan ia diancam akan dimasukan ke dalam neraka dan sisksa yang pedih. Na’udzubillahi min dzalika.
Bapak ibu rahimakumulloh, itulah tiga hal yang dapat menghalangi seseorang dari mendapatkan hidayah dari Alloh, semoga kita senantiasa dijaga oleh Alloh dan senantiasa mendapatkan hidayah dan inayah-Nya. Amin ya Rabbal alamin.
Demikian kultum yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Billahittaufik wal hidayah. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.