Dzalim Website Administrator November 4, 2024

Dzalim

KULTUM 7

DZALIM

Assalamu alaikum wa rohmatullahi wabarokatuh

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

Segala puji kita haturkan kehadirat Alloh subhanahu wata’la, shalawat dan salam ke atas nabi kita Muhammad sholallohu alaihi wasalam, para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’ien, tabi’uttabi’ien dan bagi seluruh umatnya yang setia mengikut sunnahnya hingga hari kiamat nanti.

Bapak ibu jama’ah rahimakumulloh, pada kesempatan kultum kali ini kami akan membahas tentang makna dzalim.

Bapak, ibu, jama’ah rahimakumulloh, perbuatan dzalim sangat bahaya sekali, bukan hanya kepada yang didzalimi, namun dampak bahaya itu juga terhadap pelakunya.

Perbuatan dzalim akan menjadi kegelapan bagi si pelaku pada hari kiamat nanti, hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh nabi sholallohu alaihi wasalam dalam haditsnya :

الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

 “Kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bayangkan bapak ibu, kita kelak akan melewati shiratal mustaqim, jembatan yang membentang di atas neraka jahannah, dalam kondisi jembatan yang sangat kecil dan tajam, sedangkan kita dalam kegelapan, tidak memiliki cahaya ?, karena cahaya itu telah padam sebab kedzaliman kita, maka sudah dipastikan , pastilah kita akan jatuh ke jurang neraka.

Bahkan, kedzaliman juga akan menyebabkan kesempitan di dunia, hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam an Nawawi di dalam syarh shahih muslim  menukil perkataan Al Qadhi yang menerangkan dengan berpatokan pada hadits di atas bahwa kedzaliman merupakan sebab kegelapan bagi pelakunya hingga ia tidak mendapatkan arah/jalan yang akan dituju pada hari kiamat atau menjadi sebab kesempitan dan kesulitan bagi pelakunya.( Syarh Shahih Muslim 16/350 ).

Bapak ibu rahimakumulloh, betapa bahayanya kedzaliman tersebut, lalu apa sebenarnya perihal yang masuk dalam kategori dzalim ?

Dalam bahasa Arab, dzalim bermakna meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Asal kata dzalim adalah kejahatan dan melampaui batas, dan juga menyimpang dari keseimbangan. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits )

Maka dalam hal ini ada beberapa bentuk kedzaliman yang mesti kita waspadai, beberapa kedzaliman itu adalah :

  • Dzalim kepada Alloh

Kapan seseorang dikatakan dzalim kepada Alloh ?, yaitu, manakala ia membangkang perintah-Nya, bahkan berani mengubah syari’atnya, hal ini disebutkan dalam firman-Nya :

 وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

“Siapa yang tidak mau berhukum dengan hukum yang Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang yang dzalim.” (Al-Ma`idah: 45)

Orang yang menempatkan hukum syari’at bukan pada tempatnya adalah bentuk kedzaliman kepada Alloh sang pencipta.

  • Dzalim terhadap diri sendiri

Seseorang dikatakan dzalim terhadap diri sendiri, manakala ia bermaksiyat kepada Alloh Ta’ala, lantaran perbuatan maksiyat iru akan membawanya masuk neraka, dan itu berarti ia telah mencelakakan dirinya sendiri, hal ini sebagaimana disampaikan Alloh Ta’ala dalam firman-Nya :

فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Janganlah kalian mendzalimi diri-diri kalian pada bulan-bulan haram itu (dengan melakukan perbuatan yang dilarang).” (At-Taubah: 36)

  • Dzalim terhadap saudara sesama manusia

Adapun perbuatan dzalim kepada sesama manusia adalah dengan menimbulkan kerugian bagi sesamanya, baik itu kerugian fisik, kerugian psikis, maupun kerugian materi, manakala ada orang yang dengan sengaja menimbulkan kerugian bagi orang lain, maka ia telah melakukan kedzaliman terhadap orang lain tersebut.

Bapak ibu rahimakumulloh, hak-hak sesama manusia itu dilindungi oleh syari’at, melanggarnya berarti ia telah melanggar syari’at, hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits :

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هذَا، فِي شَهْرِكُمْ هذَا، فِي بَلَدِكمْ هذَا

“Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah haram bagi kalian (untuk ditumpahkan, dirampas, dan dilanggar), sebagaimana keharaman hari kalian ini, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Tidak kalah penting adalah dzalim terhadap binatang

Kapankah seseorang dikatakan dzalim terhadap binatang ?, yaitu manakala ia tidak memberikan apa yang menjadi hak binatang tersebut, misalnya, ia memelihara ayam, namun ia tidak pernah memberi makan ayam tersebut sehingga ayamnya mencuri makanan milik tetangga dan lain sebagainya.

Orang yang dzalim terhadap binatang, diancam oleh Alloh dengan adzab neraka, hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits nabi sholallohu alaihi wasalam :

عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيْهَا النَّارَ، لاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ سَقَتْهَا وَلاَ هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ اْلأَرْضِ

“Ada seorang wanita yang diazab karena seekor kucing yang diikat/ dikurungnya hingga mati, si wanita masuk neraka karenanya. Kucing itu tidak diberinya makanan, tidak diberinya minum, tidak pula dilepaskannya hingga bisa memakan serangga/hewan yang ada di tanah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sa‘id ibnu Jubair rahimahullah berkata: “Suatu ketika saat aku sedang berada di sisi Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, mereka melewati anak-anak muda atau sekumpulan orang yang menancapkan seekor ayam betina sebagai sasaran bidikan anak panah yang dilemparkan. Ketika anak-anak muda itu melihat Ibnu ‘Umar, mereka pun bubar meninggalkan ayam tersebut. Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Siapa yang melakukan hal ini? Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti ini.” (HR. Bukhari)

Bapak ibu rahimakumulloh, itulah beberapa bentuk kedzaliman yang harus kita jauhi, dan semoga Alloh subhanahu wa ta’ala senantiasa menjaga kita semua dari perilaku dzalim tersebut. Amin

Demikian yang dapat kami sampaikan kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.

Billahittaufik wal hidayah wassalamau ‘alaikum wa rahmatullohi wa baraokatuh.